Minggu, 28 Nov 2021
  • Selamat datang di website SMPN 2 Tanjung Brebes # ESDUTA BISA # Selalu Jaga Kesehatan

KPAI Temukan Pengasuhan Anak yang Bermasalah Hambat PJJ

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, menilai persoalan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak selalu terkait alat daring.

“Ada beberapa temuan terkait PJJ yang makin menunjukkan bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan yang terdampak dari pandemi Covid-19 dan makin memperkuat bahwa Belajar Dari Rumah (BDR) kurang efektif,” kata Retno dalam keterangannya, Jumat, 26 Februari 2021.

Salah satu temuan KPAI adalah pengasuhan anak dalam lingkungan rumah yang bermasalah menghambat keberhasilan anak dalam PJJ. Retno menjelaskan hal itu bisa terjadi karena kedua orang tua bekerja dan anak dalam pengasuhan pengganti.

“Dapat juga dikarenakan orang tua bercerai sehingga anak ikut salah satu orang tuanya atau malah ikut nenek sebagai pengasuh pengganti,” katanya.

Selain itu, disparitas digital yang lebar juga mengakibatkan anak-anak dari keluarga miskin tidak terlayani PJJ selama berbulan-bulan. Saat melakukan pengawasan di SMPN 5 Kota Cimahi, Retno mengungkapkan, ada sejumlah cerita pilu dari para guru yang mengunjungi rumah para siswanya karena beberapa bulan tidak bisa mengikuti PJJ daring.

Menurut Retno, ada siswa yang sama sekali tidak memiliki alat daring dan akhirnya bekerja membantu ayahnya sebagai kuli bangunan, siswa yang tinggal di panti asuhan dan tidak memiliki alat daring. Ada juga siswa yang alat daring di rumahnya rusak, namun ketika diperbaiki malah dibawa kabur tukang service.

“Ada siswa yang bisa mengerjakan tugas kalau sudah mendampingi adiknya belajar daring, karena ibunya yang merupakan orangtua tunggal harus bekerja, dan banyak cerita pilu lainnya,” kata dia.

Dari keterangan yang diperoleh KPAI, ada sekitar ratusan siswa SMP di kota Cimahi yang tidak memiliki alat daring. Adapun status kepemilikan handphone siswa SMP di Kota Cimahi mayoritas adalah milik siswa sendiri sebanyak 18.048 ponsel dan 2.508 ponsel milik orangtua. Lalu 633 siswa tidak memiliki handphone maupun alat daring yang lain untuk kegiatan PJJ.

Sumber berita : Tempo

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR